Virgiawan Listanto
Chat WhatsApp

POINT POS

Prototipe kasir coffee shop yang memotong stok bahan baku di setiap penjualan.

Klien
POINT
Bidang
Coffee shop
Peran saya
Desain produk, prototipe interaktif
Tahun
2026
Jalur
Menjual, Mengelola
Layar kasir POINT: menu kopi, pesanan berisi varian dan add-on, pajak PB1, dan pilihan bayar

Situasinya

Di coffee shop, satu gelas memakai beberapa bahan sekaligus: biji kopi, susu UHT, gula aren, sirup, mint, dan cup. Kasir yang hanya mencatat gelas terjual tidak bisa memberi tahu kapan bahan akan habis, berapa modal setiap menu, atau berapa margin yang tersisa.

POINT POS adalah prototipe interaktif untuk menjawab itu: kasir, layar barista, dashboard, riwayat, inventori, dan stock opname dalam satu aplikasi. Prototipe ini belum dipakai di toko sungguhan, tapi setiap alurnya bisa langsung dicoba di browser.

Enam modul, satu kasir

Kasir dengan lembar opsi

Setiap menu membuka lembar opsi: ukuran Regular atau Large (+Rp 6.000), panas atau dingin, extra shot (+Rp 5.000), extra syrup (+Rp 3.000), dan catatan. Pembayaran bisa tunai, QRIS, kartu, atau e-wallet, dengan numpad dan tombol uang pas untuk tunai.

Lembar opsi Caramel Macchiato: ukuran, suhu, add-on, dan catatan
Katalog menu POINT di HP dengan harga dan SKU setiap menu

Layar barista

Pesanan dari kasir langsung masuk ke layar barista, lengkap dengan keterangan dine-in atau takeaway. Barista menekan mulai buat, lalu tandai selesai, jadi antrean di bar selalu jelas.

Layar barista dengan dua pesanan: satu sedang diproses, satu baru masuk

Resep dan inventori

Setiap menu punya resep bahan, jadi penjualan langsung mengurangi stok biji kopi, susu, gula aren, sirup, mint, dan cup. SKU dibuat otomatis, misalnya BEV-CML-001, dan HPP serta margin per menu terhitung sendiri.

Tabel inventori menu dengan SKU, harga, HPP, margin, stok, dan status

Dashboard, riwayat, dan stock opname

Dashboard menampilkan penjualan dan transaksi hari ini, menu terlaris, stok menipis, dan penjualan per jam. Riwayat menyimpan setiap transaksi, dan stock opname berjalan per sesi dengan catatan selisih.

Dashboard hari ini: penjualan, transaksi, menu terlaris, stok menipis, dan grafik penjualan per jam
Stock opname: mulai sesi baru, sakelar blind count, dan riwayat sesi dengan jumlah selisih

Satu pesanan, dari kasir ke gudang

  1. Kasir memilih menu, lalu mengatur ukuran, suhu, dan add-on
  2. Sistem mengecek bahan dan menambahkan pajak PB1 11%
  3. Pelanggan membayar tunai, QRIS, kartu, atau e-wallet
  4. Stok bahan terpotong sesuai resep
  5. Pesanan masuk ke layar barista sampai ditandai selesai
  6. Stock opname mencocokkan stok sistem dengan hitungan fisik

Keputusan yang melindungi bisnis

  • Penjualan ditahan saat bahan habis

    Jika bahan untuk satu menu tidak cukup, kasir tidak bisa menjualnya dan muncul pesan “Bahan tidak cukup”. Tidak ada pesanan yang terlanjur dibayar lalu ternyata tidak bisa dibuat.

  • Blind count untuk stock opname

    Saat menghitung, stok menurut sistem disembunyikan dan dibekukan, jadi petugas mencatat yang benar-benar ada di rak, bukan menyalin angka di layar. Selisihnya baru terlihat setelah hitungan selesai.

  • Modal dan margin selalu terlihat

    Karena setiap menu punya resep, HPP dan margin terhitung per item. Pemilik bisa melihat menu mana yang laris tapi untungnya tipis, lalu menyesuaikan harga atau resepnya.

  • Tambahan kecil tidak lupa ditagih

    Ukuran Large, extra shot, dan extra syrup langsung menambah harga di pesanan, dan pajak PB1 11% dihitung otomatis. Kasir tidak perlu menghitung tambahan di kepala.

Dalam angka

6
modul dalam satu aplikasi
4
cara bayar: tunai, QRIS, kartu, e-wallet
11%
pajak PB1 dihitung otomatis
1
resep per menu, stok terpotong sendiri

Dibangun sebagai prototipe interaktif dengan HTML, CSS, dan JavaScript, langsung berjalan di browser.

Ruang berikutnyaInternet Bandung
Chat WhatsApp